Rabu, 02 April 2014

Korek Yamaha Jupiter MX 170 cc

1. Piston Honda Sonic dengan diameter 58 mm
Untuk menambah tenaga secara instan, dapat diambil langkah bore up. Pakai piston 58 mm punya Honda Sonic, terus blok dikorter dan ditanam boring diesel. Diameter piston membesar 4 mm dari standar nya yang memiliki diameter 54 mm. Harga sekitar 500 ribu rupiah.
piston Sonic modified di blok Jupiter MX
2. Pen stroke 3 mm
Langkah peranti pendorong piston ini bertambah 6 mm dari standar nya alias stroke up 6 mm. Setang piston diganti milik Suzuki Shogun 110 yang ukurannya lebih pendek 3 mm agar tidak menggunakan paking aluminium. Tampilan mesin seperti standar namun sudah stroke up. Dihitung pakai rumus volume silinder, kapasitas mesin sekarang jadi 170,8 cc. Harga sekitar 550 ribu rupiah.
kruk as Jupiter MX + pen stroke
3. Noken As costum
Peranti buka-tutup klep ini dibuat ulang, dengan waktu buka-tutup yang lebih lama. Sudah pasti biar makin banyak campuran gas bakar yang masuk ruang pembakaran. Tapi durasi dan lamanya buka-tutup menyesuaikan penggunaan motor yang buat harian dan turing. Jasa sekitar 250 ribu rupiah.
noken custom
4. Knalpot WRX Oval
Knalpot standar sudah enggak mumpuni melayani gas sisa pembakaran. Gantinya adalah knalpot WRX Oval series yang karakter suara dan tenaganya mantap. Harga knalpot sekitar 1.2 juta rupiah.
knalpot WRX Oval

Senin, 24 Maret 2014

Korek Ekstrim Yamaha V80 94 cc

1. Stroke Up 2 mm
Kruk as standar digeser big end sejauh 2 mm ke luar, dengan naik turun piston, langkah menjadi 45.6 + 4 = 49.6 mm. Crankcase harus diperlebar 1 mm pada dinding kruk as nya agar tidak menabrak.
stroke up 2 mm
2. Piston Suzuki FR80 dengan diameter 49 mm
Boring standar masih mampu melayani piston diameter 49 mm. Pin piston sama, yaitu berdiameter 12 mm. Kepala piston diubah dan pantat piston menyesuaikan as kruk. Selain itu, porting juga dihaluskan dan diarahkan (porting polish).
piston FR80
3. Porting Polish + Squish kop
Squish kop bermain untuk putaran tinggi, yaitu 49% luasan piston (6.3 mm), dengan volume kubah sekitar 8.8 cc sehingga menghasilkan rasio kompresi statis 7.5 : 1. Durasi langkah buang bermain sekitar 170 derajat dengan tinggi porting exhaust dari bibir blok sejauh 30.5 mm. Porting diubah semi-oval dan dihaluskan. Transfer port sendiri diperlancar aliran nya.
blok mesin V80
4. Knalpot 3v3 mini
Knalpot memesan khusus di ahli knalpot bermodel knalpot kolong.
knalpot kolong
5. CDI RX-S dan Koil standar modif
CDI menggunakan orisinil Yamaha RX-S yang tinggal plug n play. Jumlah kabel hanya 4 saja. Koil dipotong 2 cm dan dililit kawat email sebagai ground strap.
cdi RX-S
6. Membran V-Force + Karburator PWK28
Membran menggunakan V-Force dikombinasi dengan intake kodok F1ZR. Karet intake menyesuaikan dengan milik Keihin PWK 28. Settingan ini mirip dengan motor trail Yamaha YZ85, yaitu dengan menggunakan pilot jet #38 dan main jet #135
7. Kopling Manual
Rumah kopling menggunakan milik F1Z-R dengan costum main shaft standar. Bak kopling yang di bor dan dikombinasi stut kopling assy F1ZR.

Senin, 17 Maret 2014

Korek Drag Kawasaki Ninja RR Standar

1. Kubah bakar costum
Squish 11° dengan lebar 7 mm berbentuk kubah parabola. Volume kubah terukur sebanyak 12.6 cc dengan busi terpasang. Sebelumnya, kop sudah dipapas 2,5 mm.
kop ninja RR
2. Porting polish
Porting dicustom ulang dengan lebar lubang buang 40,5 mm dan tinggi lubang transfer 42 mm.
porting blok ninja RR
3. Membran V-Force 3
Membran terpercaya untuk performance motor. Membuat proses induksi bahan bakar menjadi lebih maksimal dibanding standar.
membran/reed valve VForce 3
4. Kopling Costum
Per kopling menggunakan merek CMS dan kopling sendiri menggunakan milik saudaranya, Kawasaki KX 250.
kopling KX dan Ninja RR
5. Karburator Keihin PWK 38 Air strike
Karburator gambot agar performa mesin lebih keluar. Kombinasi spuyer pilot jet menggunakan #52 dan main jet #160.
keihin PWK Air Striker
6. Knalpot KDX
Exhaust Concept dari KDX full system, mulai dari knalpot hingga silincer.
knalpot KDX di ninja RR
7. Magnet Yamaha YZ125
Magnet fullset milik SE Yamaha YZ 125. Timing pengapian diset pada 14,5° sebelum TMA. Rasio bahan bakar yang dicampur dengan oli adalah sebesar 25 : 1 agar mesin tetap terlumasi dengan baik.
pengapian set YZ 125
8. Gigi Rasio
Rasio yang digunakan sederhana yang bertujuan agar start lebih cepat.
1 : 16/30 
2 : 19/27 
3 : standart/25 
4 : standart/23 
5 : standart 
6 : standart 
Final gir : 13/37
rasio ninja RR

Senin, 10 Maret 2014

Korek Harian RX King Standar

1. Kop costum
Papas kop sejauh 0.3 - 0.5 mm dahulu. Lalu, squish diubah menjadi 9 mm dengan kemiringan tetap 15º hingga ekstrim mendekati 12º. Selain kubah bakar, permukaan piston juga harus menyesuaikan.
squish kop silinder
2. Porting 'n polish
Porting intake dihaluskan, sedangkan porting exhaust diperbesar 1 mm.
port RX King
3. CDI BRT AC
Ada produk BRT untuk sistem pengapian AC. CDI ini dapat digunakan pada motor RX King.
CDI BRT for RX King

Sabtu, 08 Maret 2014

Korek Harian Kawasaki Kaze 125 cc

1. Piston Kawasaki Blitz Joy dengan diameter 56 mm
Piston menggunakan milik kakak Blitz Joy dengan diameter 56 mm, sehingga kapasitas mesin naik menjadi 124.6 cc dengan konfigurasi sama dengan Blitz Joy. Pemasangan harus ganti boring agar mesin tidak cepat panas.
piston 56 mm Blitz Joy
2. Karburator RX King
Karburator dapat menggunakan milik RX King agar power dan akselerasi mesin menjadi maksimal. Jika ingin irit bahan bakar, karbu standar dapat direamer atau menggunakan karburator Blitz Joy nya saja. Lakukan porting polish dan squish area pada kop silinder.
karburator RX King terpasang ke kiri
3. Costum leher dan knalpot
Knalpot standar terdapat tekukan yang ekstrim. Bawa ke tukang knalpot untuk dibuatkan leher yang lebih landai tekukannya serta kalau mau bobok sarangan knalpot sekalian.
leher knalpot modif

Sabtu, 01 Maret 2014

Korek Harian Vespa 150 210 cc

1. Blok, Kop, dan Piston kit Malossi dengan diameter 68.5 mm
Paket bore up lebih terjamin dan tinggal pasang. Kelebihannya adalah diameter piston yang sangat besar dan lubang porting berjumlah 6 port. Dengan kruk as standar 57 mm, maka volume silinder menjadi 210 cc dan jauh dari standarnya.
paket bore up Malossi for Vespa 150
2. Oli Mesran SAE 40
Oli untuk vespa disarankan menggunakan tingkap SAE 40. Namun saat ini sudah jarang ditemukan oli samping dengan tingkat kekentalan SAE 40. Untuk mendapati oli dengan kekentalan sekian, maka oli yang mirip adalah Mesran SAE 40 alias oli mesin diesel 4 tak. Oli ini dapat digunakan sebagai oli samping vespa, namun ada konsekuensi nya. Tarikan kurang terasa alias sedikit berat saat mesin dingin, namun komponen mesin menjadi sangat awet karena terlumasi dengan baik.
oli Mesran SAE 40
3. Knalpot Racing
Knalpot bisa juga pakai merk FSR, dsb. Selain sudah didesain khusus untuk vespa, material bahan lebih terjamin. Boleh juga mendesain sendiri ke tukang knalpot.
knalpot racing Vespa

Senin, 24 Februari 2014

Korek Ekstrim Honda CB150R 170 cc

1. Piston CBR 600 RR dengan diameter 67 mm
Piston standar tipe forged diaplikasi ke Honda CB150R. Ubahan terletak pada liner saja. Sementara itu, water jacket masih dapat digunakan. Terhitung volume silinder tepat 166.5 cc atau dibulatkan menjadi 170 cc. Rasio kompresi dibikin 11.8 : 1 dengan bahan bakar Pertamax.
piston CBR 600RR standar
2. Noken as mentah costum
Noken as khusus bikinan dari bahan hingga desain noken di Astra Motor Racing Team (ART). Bahan terbuat dari bahan baja KNL K100 yang dihardener. Profil noken costum dibuat 261º dengan lift 9.5 mm (in) dan 264º dengan lift 8.4 mm (ex). Porting polish pun wajib dilakukan.
noken as mentah
3. ECU Vortex
ECU menggunakan racing high class yaitu merk Vortex yang harganya sekitar 7.5 juta rupiah. Limiter RPM diatur 13.000 karena peak power mesin berada pada 12.000-an rpm. Selain itu part pengapian tetap standar.
ECU Vortex
4. Knalpot Leo Vince SBK
Knalpot high class Leo Vince SBK. Bahan terbuat dari titanium dan carbon kevlar agar cepat melepas panas dan bobot nya yang ringan. Suara menggelegar bulat khas dari Leo Vince.
Knalpot Leo Vince SBK
5. Reamer Throttle Body dan Open Filter
Keping throttle body menggunakan diameter 30.5 mm dan dinding throttle body di-reamer. Box filter standar dilepas dan diganti dengan open filter Uni.
6. Per kopling CBR 250R
Agar tidak selip, per kopling menggunakan milik CBR 250R dengan memotong 1 ulir agar dapat bekerja dengan maksimal.
per kopling CBR 250R
7. Radiator CBR 250R
Radiator menggunakan milik CBR 250R yang dimensinya lebih besar, sehingga pendinginan lebih cepat. Alhasil mesin menjadi awet dan tetap mampu bekerja secara optimal.
tampang motor racikan ART
Tampang standar dan tenaga melonjak 87,5%! Dari 14,4 dk/8.798 rpm jadi 27 dk/12.038 rpm, hampir 2 kali lipat. Angka itu setara Ninja 250R dalam kondisi standar, hanya saja bobot lebih ringan. Hal ini menyebabkan laju motor kian kencang. Berikut grafik dynotest dari motorplus terhadap motor ini.
grafik dynotest
Table: 
Standar 

  • Tenaga : 14,4 dk/8.798 rpm 
  • Torsi : 12,49 Nm/7.639 rpm 16,36 Nm/11.436 rpm
Upgrade

  • Tenaga : 27 dk/12.038 rpm 
  • Torsi : 16,36 Nm/11.436 rpm

Senin, 17 Februari 2014

Korek Drag Yamaha Mio 300 cc

1. Piston LHK dengan diameter 66 mm
Piston menggunakan produk LHK yang dikhususkan untuk Mio dengan diameter 66 mm. Liner harus diganti dan crankcase harus diperbesar. Keuntungan dari mesin Mio ini adalah jarak baut tanam nya yang ekstra lebar, sehingga aman ketika kapasitas mesin diubah menjadi besar.
piston LHK diameter 66 mm
2. Kruk as SPS dengan langkah 84 mm
Kruk as kebo dari SPS Thailand merupakan barang langka. Kruk as ini memiliki langkah piston sejauh 84 mm sehingga volume mesin jika dikombinasi dengan piston 66 mm adalah 287.5 cc. Ubahan ini harus membenahi ulang ruang crankcase dan part lain nya. Selain itu, adaptor alias packing aluminium harus dibuat kira-kira 3 cm tebal nya.
kruk as SPS langkah 84 mm
3. Head modified ekstrim
Blok kop dari SPS juga dengan klep 35 mm (in) dan 30 mm (ex) berikut porting polish. Noken as handmade dengan durasi lebih tinggi dari standar. Per klep menggunakan per klep Japan agar timing buka tutup klep tepat. Kubah ruang bakar juga sudah diubah squish nya.
kop Mio 35/30 mm
4. Pengapian standar Yamaha YZ 125 dan Fino
Pengapian hanya mengambil standar Mio dikombinasi koil YZ 125 dengan CDI orisinil Fino 5VV.
cdi standar Fino
5. Karburator Uma reamer
Karburator menggunakan produk Malaysia, yaitu Uma, yang direamer hingga 32 mm. Proses tambal bodi menggunakan lem besi. Secara fisik hampir mirip karburator GL series dikombinasi karburator NSR-SP.
karburator Uma racing
6. Knalpot SPS
Knalpot menggunakan milik SPS agar semakin lepas power motor. Suara tidak diperhitungkan karena motor memang khusus untuk drag race.
knalpot SPS for Mio

Sabtu, 15 Februari 2014

Korek Harian Mio J 155 cc

1. Blok dan Piston
Bermodal piston 58,5 mm merek Kawahara, kapasitas mesin bakal langsung membuncit jadi 155 cc. Pemasangan plug and play, jadi blok dan piston bawaan motor masih aman dan bisa dipakai lagi kalo mau balik standar.
paket bore up
2. Cylinder Head
Jodohnya piston 58,5 mm nih, head sudah porting-polish dengan payung klep lebih besar. Pakai ukuran 28 (in) dan 24 (ex), asupan bahan bakar lebih deras.
kop modif
3. Noken As
Untuk harian cocoknya pakai noken as Kawahara K1, pengatur buka-tutup klep ini punya timing yang lebih lama dari standar. Keluaran tenaga bakal terasa lebih ringan.
noken as costum
4. Filter Udara
Supaya aliran udara lebih plong pake merek Protec dengan bahan cotton. Bentuk seperti standar asli jadi langsung pasang deh.
filter udara lancar
5. Koil
Merek Ultraspeed Racing dipercaya dapat membakar tuntas campuran gas bakar. Dengan daya letik api yang lebih besar, gak ada sisa gas bakar terbuang. ujung-ujungnya power lebih besar.
koil Ultra Speed
6. ECU
Otak pengapian alias ECU diganti pakai aRacer tipe RC Mini, punya kemampuan seting timing pengapian. Selain itu mesin bakal bisa teriak tinggi tanpa batasan limiter.
Ecu RC mini
7. Injector
Pakai merek SRP, injector ini punya kemampuan menyemprotkan bahan bakar lebih banyak. Mesin yang sudah bore-up jelas butuh injector dengan kemampuan seperti ini, supaya gak kekeringan bro.
Injektor SRP
8. Knalpot
Biar plong knalpot dipercayakan pakai RX8 Trioval SS. Gas buang mengalir lancar dengan suara ngebas dan tampilan menarik bakal bikin keren skutik anyar ini.
Knalpot RX8

Senin, 03 Februari 2014

Korek Road Race Yamaha Mio 150 cc

1. Paket bore up CLD dengan diameter piston 57 mm
Volume silinder terhitung 147.8 cc. Pemasangan tinggal plug n play. Rasio kompresi ditingkatkan hingga 13.5 : 1 agar torsi semakin meningkat.
paket bore up Mio
2. Super head BRT klep 28 mm (in) 24 mm (ex)
Produk BRT ini memiliki spesifikasi klep Sonic dan saluran bahan bakar dan knalpot sudah di atur ulang. Aliran bahan bakar lancar sehingga power meningkat.
super head Mio BRT
3. CDI BRT I-Max
CDI ini diatur remote sehingga adjustable. CDI ini mampu memnyuplai api di ruang bakar hingga limit mesin itu sendiri, jadi cdi ini tergolong unlimiter. 
4. Karburator Keihin PWK 28
Karburator mengandalkan PWK 28 karena karakter karbu PWK adalah condong ke putaran atas. Intake manifold standar dapat diperbesar sendiri.
5. Knalpot CLD C-3
Knalpot freeflow CLD tipe C3 agar power mesin cepat keluar. Tipe ini cocok untuk akselerasi dalam adu road race.
6. Sektor CVT costum
Roller 8 gram diatur rata ke enam roller nya. Per CVT menggunakan spesifikasi 2.000 rpm agar akselerasi lebih spontan. Di sektor kopling, kampas kopling menggunakan racing CLD.