Kamis, 31 Juli 2014

Korek Harian Honda Vario Techno 170 cc

1. Paket bore up SRP dengan diameter 61 mm.
Setang seher masih orisinal, diameter piston menggunakan 61 mm. Ruang bakar membengkak jadi 169,3 cc atau jadi 170 cc.
blok dan piston
2. Noken as racing
Noken as menggunakan racing part dari negeri Thailand. Durasi tinggi agar putaran atas lebih terisi.
noken as racing
3. Injektor PCX 150
Injektor menggunakan standar Honda PCX 150 agar semprotan bahan bakar lebih terasupi dengan baik.
injektor PCX 150 di Trhottle 
4. CVT part costum
Roller TDR menggunakan berat 15 gram. Pulley menggunakan merk SPS milik Vario 125. Per CVT Honda Beat standar.

5. Knalpot Tsukigi Silent (Non Emboss) Vario 125
Knalpot freeflow agar power mesin lebih teriak sehingga motor lebih kencang.

Kamis, 24 Juli 2014

Bore Up Suzuki Thunder 125 150 cc

1. Piston racing dengan diameter 62 mm
Piston dapat menggunakan tipe forged merk apa saja. Agar mendapat kapasitas mesin 150 cc, maka dipilih diameter piston 62 mm dengan pin 14 mm. Ubahan dome menyesuaikan kompresi yang ingin didapat. Ambil rasio kompresi 10 : 1 agar nyaman digunakan harian.
piston racing 62 mm
2. Silencer knalpot Tiger Revo
Knalpot dibuat lebih plong namun suara tetap adem. Silencer dapat menggunakan milik Tiger Revo dengan mengubah leher knalpot.
knalpot Tiger Revo di Thunder 125
3. Karburator RX King
Karburator RX King tinggal pasang pada Thunder 125 dan spuyer bawaan dapat digunakan. Setting jika kurang pas dengan settingan motor.
karbu Mikuni VM26
4. Noken as
Noken as diperlama durasi nya dengan lift klep yang lebih tinggi. Per klep diganjal ring 2 mm dan porting diperlancar alirannya.
noken as racing CLD

Selasa, 15 Juli 2014

Korek Balap Honda CBR 250 Standar

1. Kompresi
Rasio kompresi dinaikkan menjadi 12,8 : 1 dengan menggunakan Pertamax Plus.Caranya bisa dengan head silinder 0,5 mm saja. Porting dapat diubah menyesuaikan kemauan.
kop CBR 250 + porting polish
2. Noken as
Kuncinya performa 4 tak ada di permainan durasi kem dan clearance klep. Kem ex diatur membuka di 75º sebelum TMB (titik mati bawah) dan menutup di 45º setelah TMA (titik mati atas). Sementara kem in membuka 45º sebelum TMA dan menutup di 71º setelah TMB. Lift kem in maupun ex dibikin 5 mm. Kalau dihitung, durasi kem ex adalah 75º + 180º + 45º = 300º dan in 45º + 180º + 71º = 296º. Itu dihitung setelah klep menekan 1 mm. Overlapnya sekitar 97º. Clearance klep in dan ex antara klep yang satu dengan lainnya (in dan ex masing-masing ada 2 klep) dibuat beda lewat shim-nya. Untuk klep in, satunya dibikin 0,10 mm dan lainnya 0,15 mm. Sedang klep ex, satunya dibuat celah 0,20 mm dan lainnya 0,25 mm.
setting noken as
3. Knalpot
Leher pipa diganti dengan pipa berdiameter 35 mm, dengan silincer produk CLD.
knalpot freeflow CLD
4. Pengapian
ECU diganti dengan jenis stand alone keluaran API Tech agar kucuran bensin dan timing pengapian bisa diadjust sesuai permintaan mesin. Untuk timing pengapian, bisa diset mulai 15º sebelum TMA dan paling maju sampai 40º sebelum TMA. Limiter dipatok di 13 ribu rpm.
ECU programmable

Selasa, 08 Juli 2014

Korek Harian Yamaha Byson 170 cc

1. Piston racing dengan diameter 61 mm
Piston dicari yang memiliki pen 15 mm dengan diameter 61 mm agar ketemu kapasitas mesin bersih menjadi 169.3 cc. Tidak perlu ganti boring. Cukup kolter saja dengan sisa ketebalan liner sekitar 2 mm kanan kiri. Sangat aman untuk sehari-hari.
piston 61 mm
2. Kampas kopling Scorpio
Kampas kopling menggunakan milik Scorpio apabila kampas sudah tidak bekerja dengan baik lagi. Per kopling juga dapat menggunakan milik Ninja R.
kampas kopling
Byson (kiri), Scorpio (kanan)
3. Knalpot freeflow
Knalpot menggunakan freeflow agar power lebih nendang.
knalpot freeflow NOB1

Selasa, 01 Juli 2014

Korek Harian Yamaha Byson 200 cc

1. Piston Racing dengan diameter 66 mm
Piston menggunakan diameter 66 mm dengan pen 15 mm. Boring standar diganti dengan boring baru menyesuaikan piston. Lubang crankcase perlu diperbesar agar boring dapat masuk dengan mudah. Coakan piston diatur ulang menyesuaikan klep. Kapasitas mesin menjadi 198.2 cc atau masuk kelas 200 cc.
piston racing Byson
2. Klep 33 mm (in) 28 mm (ex)
Klep apapun dapat digunakan yang penting diameter payung in 33 mm dan payung ex 28 mm. Klep ini mendongkrak power mesin hingga putaran yang lebih tinggi.
kop Byson + klep gede
3. Karburator Keihin PWK 28
Karburator dapat menggunakan venturi 28 mm Keihin PWK 28. Performa jauh dibandingkan karburator lain yang di bawah kelasnya. Kombinasi spuyer dicari ulang menyesuaikan mesin.
karburator PWK 28
4. Knalpot freeflow
Knalpot standar terasa kurang ngelos, apalagi terdapat catalytic converter. Opsi nya adalah knalpot freeflow agar power lebih keluar.
knalpot Byson freeflow NOB1

Minggu, 29 Juni 2014

Korek Harian Satria FU Standar

1. Karburator RX King
Karburator menggunakan milik RX King untuk mengejar performa di putaran atas. Karakter karburator RX King adalah bermain di putaran tinggi, sama seperti ciri Satria FU yang overbore. Kombinasi spuyer berkisar antara #20 pilot jet dan #135 main jet.
karbu king
2. Bobok knalpot standar
Knalpot standar dibuang sama sekali sekat nya. Suara akan bass namun tidak terlalu menggelegar. Beri sarangan dan glasswol jika tidak menyukai suara yang terlalu keras.
knalpot Satria FU
3. Tensioner Smash costum
Agar rantai timing tidak mudah longgar, maka tensioner dibutuhkan yang lebih tahan. Milik Smash dapat dipakai dengan sedikit penambahan daging pada penekan tensioner nya. Efeknya adalah keakuratan timing buka tutup klep sehingga tidak perlu sering ganti rantai, tensioner, dan lidah tensioner nya.
tensioner Smash costum for FU

Minggu, 22 Juni 2014

Korek Harian Honda GL Pro Standar

1. Noken As GL Pro Neotech
Noken as standar yang sudah aus diganti dengan milik GL Pro yang Neotech series karena durasi yang lebih tinggi dari standar. Nafas motor lebih panjang dan enak dipakai untuk jarak jauh.
noken as GL Pro Neotech
2. CDI Shogun Kebo
Soket CDI sama, tinggal mengubah jalur kabel dan spul saja. Arus diinput dari DC aki, selebihnya sama saja.
cdi Shogun 110
3. Knalpot Tiger Revo
Knalpot menggunakan milik Tiger Revo. Suara lebih ciamik dan terkesan garang. Ubahan pada leher dan dudukan baut.
tampilan knalpot tiger di GL Pro

Minggu, 15 Juni 2014

Korek Harian Honda Beat 125 cc

1. Piston NPP Jupiter Z oversize 200
Piston menggunakan apa saja yang penting diameter nya 53 mm dengan pin 13 mm. Mudahnya pakai punya Jupiter Z merk NPP yang oversize 200 sehingga kapasitas mesin menjadi 121.4 cc. Pemasangan tinggal kolter dan membentuk coakan klep. Bibir piston dapat dibubut 1 mm selebar 10 mm sehingga profil menjadi jenong agar kompresi tidak terlalu tinggi.
piston modif
2. Noken as racing
Noken as dapat menggunakan durasi 260º yang banyak di pasaran. Imbangi dengan per klep yang lebih kenyal. Bisa aplikasi per klep grand 1 set besar dan kecil.
noken as CLD racing

Minggu, 08 Juni 2014

Korek Ekstrim Yamaha Vixion 200 cc

1. Paket bore up X1R diameter 65 mm
Paket bore up 200 cc X1R dengan diameter piston 65 mm tinggal pasang. Jalur radiator tetap aktif mendinginkan mesin. Atur rasio kompresi agar dapat digunakan harian.
blok x1r terpasang
2. Klep 24/21 mm
Klep menggunakan mirip CBR 150, yaitu 24 mm intake dan 21 mm exhaust. Porting dibentuk ulang agar power mesin lancar.
kop dengan klep lebar
3. Throttle body reamer
Throttle body full reamer menggunakan keping/koin throttle dari BRT. Proses reamer sendiri harus presisi agar tidak ada kebocoran gas. Apabila injektor standar kurang mumpuni, ganti dengan injektor yang memiliki kemampuan debit lebih tinggi.
throttle body reamer ekstrim

Minggu, 01 Juni 2014

Korek PnP Yamaha R15 - Speed Kit

1. Ecu Daytona
Harga ECU Daytona ini adalah Rp. 1.500.000,- dan dapat dibeli di dealer Yamaha.
ECU Daytona
2. Knalpot Racing Sakura
Harga Knalpot Racing Sakura ini adalah Rp. 1.999.000,- dan dapat dibeli di dealer Yamaha.
knalpot Sakura