Minggu, 26 April 2015

Korek Harian Yamaha V80 86 cc

1. Piston FR80 dengan diameter 49 mm
Kolter blok standar menggunakan piston FR80 standar menghasilkan kapasitas mesin 86 cc. Pin piston sama 12 mm. Beda ada pada tinggi piston sehingga diperlukan bubut blok.
piston suzuki FR80
2. Porting
Porting standar digeser saja melalui bubut blok. Hasil diharapkan konsumsi bensin tetap irit. Bagian atas blok dibubut 3 mm. Porting akan bergeser naik, yaitu transfer 37 dan exhaust 31 mm. Kelebihan cara ini adalah konsumsi bahan bakar tetap irit dan presisi.
blok V80
3. Head/kop
Kompresi dikejar kembali agar power mesin kuat. Volume kubah dibuat 8 cc dengan squish 7 mm.
kop/head v80 korekan
4. Membran F1ZR
Agar pasokan bensin tetap lancar, membran dapat menggunakan yang lebih lebar, yaitu milik F1ZR. Pemasangan tinggal melebarkan dudukan membran di crankcase.
membran
V80 (kiri), F1ZR (kanan)
5. Rasio 4-speed F1ZR
Ubahan presneling agar akselerasi lebih cepat. Caranya cukup ganti rasio full set ori dan membuat dudukan presnelingnya. Tidak lupa gigi pengantar starter pakai fizr juga yang 19T.
rasio 4 speed F1ZR
6. Kopling Manual
Kopling dibuat manual agar motor dapat digunakan. Standar Yamaha V80 tidak ada mekanisme kopling di presnelingnya sehingga mau tidak mau jika mengubah rasio 4 speed harus memakai kopling manual.
kopling manual V80

Korek Suzuki Skywave 140 cc

1. Piston Suzuki Thunder 125 standar
Piston dapat menggunakan milik Thunder 125 dengan diameter 57 mm. Pin piston sama 14 mm. Kapasitas mesin melonjak menjadi 140.9 cc.
piston Thunder 125
2. Noken as costum
Noken as dapat dicostum dengan durasi 280 derajat. Artinya power dan torsi mesin akan sering keluar di rpm yang lebih tinggi daripada standar. Tentunya speed motor akan bertambah.
noken as Skywave racing
3. Jetting spuyer karburator
Pilot jet menggunakan 17.5 dan main jet bisa menggunakan 135. Angin-angin karburator juga disetel ulang.
karburator Skywave 125
4. Klep 28/24 mm
Piston yang sudah besar dapat diimbangi dengan diameter payung klep yang lebih besar. Per klep ambil Smash orisinil agar tidak terjadi floating.
kubah Skywave 125
5. CDI BRT Hyperband
Otak pengapian dapat menggunakan produk BRT agar pengapian lebih optimal dah power mesin tidak tertahan.
cdi BRT
6. Bobok knalpot standar
Untuk mengimbangi pemasukan yang lebih banyak, pembuangan harus dibuat lebih lepas. Modif knalpot standar di buang sekat nya atau sekalian ganti knalpot.
knalpot Skywave
7. CVT
Untuk kemiringan sliding shave bisa dibubut menjadi 14 derajat dan kerok rumah roller agar roller lebih mengembang ke luar.
cvt Skywave 125

Sabtu, 18 April 2015

Korek Harian Honda Tiger 250 cc

1. Piston dengan diameter 71 mm
Boring harus ganti yang lebih tebal dan geser lubang sirkulasi oli agar tidak terganggu sistem pelumasan motor.
blok tiger piston gede
2. Klep 33/28 mm
Klep wajib lebih lebar daripada standar agar pasokan gas lebih lancar. Caranya hanya dengan memperbesar diameter dalam dudukan klep. Porting polish menjadi kunci suplai bahan bakar dan udara ke dalam mesin.
klep lebar di Tiger
3. Kampas Kopling 6 lembar
Kampas kopling ditambah menjadi 6 daripada standarnya agar meminimalisir selip. Per kopling sendiri tetap menggunakan standar karena dengan penambahan kampas menyebabkan per tertekan dan menjadi lebih keras.
kampas kopling Tiger
4. Noken as costum
Noken as costum menjadi kunci buka tutup klep. Lift ditambahkan menjadi 7 mm agar nyaman dipakai harian, sedangkan durasi dibuat lebih lebar daripada standar.
noken as Tiger costum
5. Karburator Keihin PWK 33
Karburator pas menggunakan venturi 33 mm. Motor akan optimal hingga 10 ribu rpm.
karburator keihin PWK
6. CDI BRT AC
Untuk otak pengapian tetap menggunakan AC produk BRT Hyperband. Tinggal pasang dan selamat mencoba!
cdi BRT AC

Minggu, 08 Februari 2015

Korek Suzuki Nex 125 cc

1. Piston Kaze os 50 dengan diameter 53.5 mm
Liner standar dapat dikolter namun rawan panas. Sebaiknya boring diganti yang lebih besar agar tahan panas. Kapasitas mesin didapat 124.1 cc atau sama seperti bawaan Shogun 125. Ubahan lain sangat minim sehingga irit biaya.
piston Kaze
2. Roller CLD 7 gram
Roller dipakai yang lebih ringan agar motor lebih responsif. Roller standar Suzuki Nex seberat 11 gram.
roller CLD

Korek Harian Suzuki Nex Standar

1. Porting Polish
Saluran masuk dan buang diperlebar dan diperlancar. Tujuannya agar volumetrik aliran gas lebih efisien.
porting modif Nex
2. CDI BRT
CDI menggunakan keluaran BRT khusus Nex agar proses pembakaran lebih sempurna. Alhasil performa meningkat dan konsumsi bahan bakar lebih irit.
CDI BRT for Nex
3. Roller CLD 7 gram
Dipakai roller ringan agar akselerasi lebih cepat. Kerugiannya adalah top speed menurun. Keuntungannya adalah motor lebih responsif dan cepat menggapai top speed. Selain itu konsumsi bahan bakar jadi lebih irit dipakai di daerah padat lalu lintas. Dipakai CLD karena saat ini hanya produsen ini yang mengeluarkan varian untuk Nex.
roller CLD

Korek Suzuki Nex 150 cc

1. Piston Sonic dengan diameter 58.5 mm
Piston di bore up menggunakan milik Sonic atau CS 1 oversize 50 dengan diameter 58.5 mm. Blok diboring ulang. Jarak baut tanam masih jauh sehingga aman. Lubang crankcase diperbesar.
blok Nex boring besar
2. Klep 28/24 mm
Agar putaran mesin dapat meraung tinggi maka klep diperlebar. Cocok menggunakan klep 28/24 mm. Porting diperbesar. Kop disquish ulang dan dibentuk agar kompresi pas.
head Nex klep lebar
3. Karburator 24 mm
Karburator dapat menggunakan ukuran 24 mm. Spuyer disetting lagi hingga pas.
karburator Keihin PE24
4. CDI BRT
CDI racing ada merk BRT yang sudah khusus untuk Suzuki Nex.
cdi racing BRT for Nex
5. Knalpot costum
Pasti knalpot di bobok agar power mesin tidak tertahan.

Kamis, 05 Februari 2015

Korek Balap Liar Yamaha Crypton 142 cc

1. Piston CLD Hi-dome dengan diameter 58 mm
Piston jenong mentah diprofil ulang. Dome dibuat dengan diameter 42 mm dengan tinggi 5.5 mm. Tak lupa coakan klep di muka piston diperdalam mengikuti diameter klep sejauh lift noken as. Kubah dibentuk menyesuaikan profil piston. Volume kompresi ketemu sekitar 13.3 cc. Apabila dihitung dengan rumus rasio kompresi maka RK diketahui sebesar 11.7 : 1.
piston jenong
2. Head/kop modif
Isian kop diubah porting, klep, seating klep, boss klep, dsb. Klep dipercayakan milik Sonic dengan diameter 28 mm (in) dan 24 mm (ex). Porting diperbesar dan diperlancar alirannya agar efisiensi volumetrik bagus.
klep lebar
3. Noken as modif
Noken as saya bubut sendiri. Detail nya adalah sebagai berikut.
IN : 15+180+53 = 248º
EX : 50+180+15 = 250º
sehingga overlap sebesar 30º dan LSA 108 derajat. Noken as dibuat lift setinggi 7.2 mm saja agar awet. Rasio kompresi dinamis motor sebesar 10.1 : 1 sehingga harus minum pertamax agar tidak ada gejala detonasi,
noken as Crypton
4. CDI Mio lama
Pengapian mempercayakan CDI DC milik Yamaha Mio lama. Koil standar diberi ground strap agar api lebih fokus.
cdi Mio lawas
5. Karburator standar reamer
Karburator menggunakan standar di reamer skep GL100 dengan cutaway dibuat 3.0 dan tinggi skep menyesuaikan venturi. Venturi sendiri terbatas pada angka 21 mm dengan lebar 18 mm. Spuyer bertemu 15/105 dengan klip jarum di paling bawah.
karburator reamer
6. Knalpot SND
Knalpot menggunakan varian SND untuk Jupiter Z karena profil leher yang baik untuk putaran tinggi.
knalpot racing SND

Rabu, 28 Januari 2015

Bore Up Yamaha Vixion 160 cc

1. Piston racing dengan diameter 61 mm
Piston harus yang memiliki pen 14 mm. Dengan diameter 61 mm akan membuat kapasitas mesin membengkak menjadi 160.5 cc. Apabila menggunakan paket bore up ya tinggal pasang saja. Jika mencari piston nya saja, wajib ganti boring biasa.
piston dengan size lebih besar
2. Setting CO
Agar bahan bakar yang masuk tidak kekurangan, dapat setel CO lebih boros di dealer Yamaha. Apabila tidak menyanggupi permintaan mesin ya harus ganti injektor dengan debit lebih banyak.
3. Piggyback
Pemasangan piggyback dapat memanipulasi data ke ECU sehingga debit bahan bakar bisa lebih banyak. Cara ini dapat digunakan agar AFR bisa pas.
piggyback untuk setting AFR
4. Knalpot loss
Knalpot standar dapat dimodif atau sekalian beli knalpot freeflow. Untuk ubahan knalpot ini opsional alias boleh iya boleh tidak. Untuk performa sebaiknya dibuat lebih loss agar power keluar.
ragam knalpot freeflow

Bore Up Suzuki Satria FU 190 cc

1. Piston Scorpio dengan diameter 70 mm
Boring bawaan motor dibuang dan digantikan dengan boring yang lebih besar agar piston masuk. Dome dibentuk untuk 4 klep FU. Rasio kompresi akan meningkat sehingga perlu dibentuk kembali sesuai kompresi yang diinginkan. Kapasitas mesin membengkak menjadi 187.9 cc.
piston Scorpio di FU
2. Klep 25 mm (in) dan 22 mm (ex)
Kop dimodif total agar sanggup melayani permintaan volumetrik nya. Klep dapat menggunakan aftermarket dan disudut ulang pemasangannya. Porting dibentuk kembali.
klep lebar FU
3. Karburator Keihin PWK 28
Pemakaian karburator PWK memberi nafas panjang dan akselerasi kuat. Cocok untuk speed lovers.
keihin PWK 28
4. Knalpot modif
Knalpot tentunya harus lebih ngeloss agar rpm mesin bisa tinggi. Kalau perlu leher didesain ulang agar power lebih keluar.
knalpot racing

Kamis, 15 Januari 2015

Korek Standar Honda Absolute Revo 110

1. Piston Honda Vario 110 dengan diameter 50 mm
Piston jenong agar kompresi lebih padat sehingga power dan torsi lebih terkatrol. Ubahan ada pada coakan piston diperdalam dan dipaskan lagi. Tidak perlu kolter apabila liner masih sehat.
piston Vario 110
2. Noken as Kawahara
Noken as menggunakan merk Kawahara agar karakter tidak terlalu jauh dibanding standar. Apabila sulit mencari untuk Absolute Revo, maka tinggal tanya milik Blade karena sama.
noken as racing