Kamis, 15 Januari 2015

Korek Standar Honda Absolute Revo 110

1. Piston Honda Vario 110 dengan diameter 50 mm
Piston jenong agar kompresi lebih padat sehingga power dan torsi lebih terkatrol. Ubahan ada pada coakan piston diperdalam dan dipaskan lagi. Tidak perlu kolter apabila liner masih sehat.
piston Vario 110
2. Noken as Kawahara
Noken as menggunakan merk Kawahara agar karakter tidak terlalu jauh dibanding standar. Apabila sulit mencari untuk Absolute Revo, maka tinggal tanya milik Blade karena sama.
noken as racing

Rabu, 14 Januari 2015

Korek Harian Yamaha Vega RR 125 cc

1. Piston Jupiter Z oversize 100 dengan diameter 52 mm
Pemasangan cukup kolter boring standar dan mengecilkan pantat piston karena akan membentur bandul kruk as. Pembuangan pantat piston 1 mm kiri dan kanan atau sekalian dipotong saja.
piston Jupiter Z
2. Karburator reamer 20 mm
Skep diganti dengan milik Suzuki RC dengan diameter 19 mm. Venturi sendiri diangkat hingga 20 mm saja dengan lebar 18 mm. Spuyer karburator berubah menyesuaikan mesin.
karburator reamer
3. Knalpot modif
Bagian muffler dibobok sekat nya agar pembuangan lebih lancar.
knalpot bobok

Korek Touring Honda MegaPro 190 cc

1. Noken As Costum
Ubahan yang utama ada di noken as. Noken as standar terlalu sempit LSA nya sehingga power mesin kurang merata ke rpm tinggi. Durasi dibuat lebar 280º baik IN maupun EX dengan LSA 110º dan overlap 60º. Lift dibuat rata IN dan EX sejauh 7.5 mm.
noken as MegaPro
2. Piston Scorpio dengan diameter 70 mm
Piston menggunakan Yamaha Scorpio dengan dibuatkan boss pen piston nya. Pen piston MegaPro 15 mm, sedangkan Scorpio 16 mm. Liner juga diganti kepunyaan diesel agar piston awet dan tidak terlalu panas saat dipakai jarak jauh. Dome piston dibentuk ulang.
piston bore up
3. Klep 35/30 mm
Klep turut diperbesar agar mesin tidak tertahan power nya di rpm tinggi. Kubah dibuat lebih lebar menyesuaikan piston agar kompresi tidak terlalu tinggi dan bisa minum premium. Lari motor dipastikan berbeda dengan standar tapi tidak perlu sampai motor drag.
klep 35/30 mm
4. Knalpot Tiger Revo
Selain membuat tampilan motor terlihat gagah, gas buang knalpot lebih lancar dibanding standar. Pemasangan hanya mengubah leher agar bisa pas terpasang.
MegaPro dengan knalpot Tiger
5. Karburator Yamaha RX King
Karburator untuk performa mulai dr rpm bawah hingga atas. Spuyer karburator disetting ulang menyesuaikan mesin. Ubahan ada pada kabel gas dan joint intake.
karburator RX King

Kamis, 06 November 2014

Korek Ekstrim Suzuki FR80 150 cc

korek ekstrim suzuki FR80 150 cc
karya Adelio KRT Pro Speed, Kartasura, Jawa Tengah
1. Blok RX King
Jantung motor diganti dengan blok, kop, dan reed valve milik Yamaha RX King. Perubahan meliputi crankcase, dudukan valve, dudukan karburator, dan rangka. Untuk piston sendiri menggunakan ukuran 61 mm.
blok mesin RX King
2. Kruk as RX King
Agar putaran rendah tidak liar dan torsi putaran tinggi didapat, maka bandul berat Yamaha RX King juga diaplikasi. Perubahan ada pada lengan kruk as, crankcase, dan bearing. Jadi intinya adalah dapur pacu RX King kita pindahkan ke dalam FR80 ini.
as kruk RX King
3. Karburator Mikuni TM 32
Karburator menggunakan venturi besar agar putaran mesin dapat tinggi. Membran tetap menggunakan standar RX King.
mesin FR berkarbu TM 32
4. Kopling manual
Kopling dibuat manual agar lebih nyaman untuk memainkan gas motor. Caranya adalah modifikasi bak kopling standar FR.
bak standar kopling manual FR80
5. Knalpot Tabung
Knalpot menggunakan handmade model tabung.
knalpot tabung
5. Rasio 4 speed
Rasio menggunakan 4 speed agar power mesin tetap sambung menyambung.
6. Kelistrikan
Untuk part kelistrikan dan pengapian dibuat minimalis model drag, menggunakan magnet kecil.

VIDEO Suzuki FR80 150 cc
Video dari Youtube.
link: http://www.youtube.com/watch?v=HJg5U5DtQvc

Kamis, 31 Juli 2014

Korek Harian Honda Vario Techno 170 cc

1. Paket bore up SRP dengan diameter 61 mm.
Setang seher masih orisinal, diameter piston menggunakan 61 mm. Ruang bakar membengkak jadi 169,3 cc atau jadi 170 cc.
blok dan piston
2. Noken as racing
Noken as menggunakan racing part dari negeri Thailand. Durasi tinggi agar putaran atas lebih terisi.
noken as racing
3. Injektor PCX 150
Injektor menggunakan standar Honda PCX 150 agar semprotan bahan bakar lebih terasupi dengan baik.
injektor PCX 150 di Trhottle 
4. CVT part costum
Roller TDR menggunakan berat 15 gram. Pulley menggunakan merk SPS milik Vario 125. Per CVT Honda Beat standar.

5. Knalpot Tsukigi Silent (Non Emboss) Vario 125
Knalpot freeflow agar power mesin lebih teriak sehingga motor lebih kencang.

Kamis, 24 Juli 2014

Bore Up Suzuki Thunder 125 150 cc

1. Piston racing dengan diameter 62 mm
Piston dapat menggunakan tipe forged merk apa saja. Agar mendapat kapasitas mesin 150 cc, maka dipilih diameter piston 62 mm dengan pin 14 mm. Ubahan dome menyesuaikan kompresi yang ingin didapat. Ambil rasio kompresi 10 : 1 agar nyaman digunakan harian.
piston racing 62 mm
2. Silencer knalpot Tiger Revo
Knalpot dibuat lebih plong namun suara tetap adem. Silencer dapat menggunakan milik Tiger Revo dengan mengubah leher knalpot.
knalpot Tiger Revo di Thunder 125
3. Karburator RX King
Karburator RX King tinggal pasang pada Thunder 125 dan spuyer bawaan dapat digunakan. Setting jika kurang pas dengan settingan motor.
karbu Mikuni VM26
4. Noken as
Noken as diperlama durasi nya dengan lift klep yang lebih tinggi. Per klep diganjal ring 2 mm dan porting diperlancar alirannya.
noken as racing CLD

Selasa, 15 Juli 2014

Korek Balap Honda CBR 250 Standar

1. Kompresi
Rasio kompresi dinaikkan menjadi 12,8 : 1 dengan menggunakan Pertamax Plus.Caranya bisa dengan head silinder 0,5 mm saja. Porting dapat diubah menyesuaikan kemauan.
kop CBR 250 + porting polish
2. Noken as
Kuncinya performa 4 tak ada di permainan durasi kem dan clearance klep. Kem ex diatur membuka di 75º sebelum TMB (titik mati bawah) dan menutup di 45º setelah TMA (titik mati atas). Sementara kem in membuka 45º sebelum TMA dan menutup di 71º setelah TMB. Lift kem in maupun ex dibikin 5 mm. Kalau dihitung, durasi kem ex adalah 75º + 180º + 45º = 300º dan in 45º + 180º + 71º = 296º. Itu dihitung setelah klep menekan 1 mm. Overlapnya sekitar 97º. Clearance klep in dan ex antara klep yang satu dengan lainnya (in dan ex masing-masing ada 2 klep) dibuat beda lewat shim-nya. Untuk klep in, satunya dibikin 0,10 mm dan lainnya 0,15 mm. Sedang klep ex, satunya dibuat celah 0,20 mm dan lainnya 0,25 mm.
setting noken as
3. Knalpot
Leher pipa diganti dengan pipa berdiameter 35 mm, dengan silincer produk CLD.
knalpot freeflow CLD
4. Pengapian
ECU diganti dengan jenis stand alone keluaran API Tech agar kucuran bensin dan timing pengapian bisa diadjust sesuai permintaan mesin. Untuk timing pengapian, bisa diset mulai 15º sebelum TMA dan paling maju sampai 40º sebelum TMA. Limiter dipatok di 13 ribu rpm.
ECU programmable

Selasa, 08 Juli 2014

Korek Harian Yamaha Byson 170 cc

1. Piston racing dengan diameter 61 mm
Piston dicari yang memiliki pen 15 mm dengan diameter 61 mm agar ketemu kapasitas mesin bersih menjadi 169.3 cc. Tidak perlu ganti boring. Cukup kolter saja dengan sisa ketebalan liner sekitar 2 mm kanan kiri. Sangat aman untuk sehari-hari.
piston 61 mm
2. Kampas kopling Scorpio
Kampas kopling menggunakan milik Scorpio apabila kampas sudah tidak bekerja dengan baik lagi. Per kopling juga dapat menggunakan milik Ninja R.
kampas kopling
Byson (kiri), Scorpio (kanan)
3. Knalpot freeflow
Knalpot menggunakan freeflow agar power lebih nendang.
knalpot freeflow NOB1

Selasa, 01 Juli 2014

Korek Harian Yamaha Byson 200 cc

1. Piston Racing dengan diameter 66 mm
Piston menggunakan diameter 66 mm dengan pen 15 mm. Boring standar diganti dengan boring baru menyesuaikan piston. Lubang crankcase perlu diperbesar agar boring dapat masuk dengan mudah. Coakan piston diatur ulang menyesuaikan klep. Kapasitas mesin menjadi 198.2 cc atau masuk kelas 200 cc.
piston racing Byson
2. Klep 33 mm (in) 28 mm (ex)
Klep apapun dapat digunakan yang penting diameter payung in 33 mm dan payung ex 28 mm. Klep ini mendongkrak power mesin hingga putaran yang lebih tinggi.
kop Byson + klep gede
3. Karburator Keihin PWK 28
Karburator dapat menggunakan venturi 28 mm Keihin PWK 28. Performa jauh dibandingkan karburator lain yang di bawah kelasnya. Kombinasi spuyer dicari ulang menyesuaikan mesin.
karburator PWK 28
4. Knalpot freeflow
Knalpot standar terasa kurang ngelos, apalagi terdapat catalytic converter. Opsi nya adalah knalpot freeflow agar power lebih keluar.
knalpot Byson freeflow NOB1

Minggu, 29 Juni 2014

Korek Harian Satria FU Standar

1. Karburator RX King
Karburator menggunakan milik RX King untuk mengejar performa di putaran atas. Karakter karburator RX King adalah bermain di putaran tinggi, sama seperti ciri Satria FU yang overbore. Kombinasi spuyer berkisar antara #20 pilot jet dan #135 main jet.
karbu king
2. Bobok knalpot standar
Knalpot standar dibuang sama sekali sekat nya. Suara akan bass namun tidak terlalu menggelegar. Beri sarangan dan glasswol jika tidak menyukai suara yang terlalu keras.
knalpot Satria FU
3. Tensioner Smash costum
Agar rantai timing tidak mudah longgar, maka tensioner dibutuhkan yang lebih tahan. Milik Smash dapat dipakai dengan sedikit penambahan daging pada penekan tensioner nya. Efeknya adalah keakuratan timing buka tutup klep sehingga tidak perlu sering ganti rantai, tensioner, dan lidah tensioner nya.
tensioner Smash costum for FU